Rabu, 20 Februari 2013

Wajah Pendidikan Indonesia


Pelaksanaan pendidikan di indonesia selama ini malah menjadi sumber masalah daripada potensi pemecahan masalah. Di sisi lain dari tahun ke tahun perubahan yang di lakukan pemerintah hanyalah berupa kosmetik, atau sekedar di obok-obok. Padahal yang di butuhkan justru perubahan mendasar, yakni pada landasan falsafa pendidikan itu sendiriyang selama ini nyaris tak pernah di bicarakan oleh penyelenggara pendidikan nasional.

Makna sekolah sekolah yang ada di indonesia,, yang ridak lebih baik dari orang- orang yang memperjual belikan sarjana. Kondisi ini merupakan penyempitan konsep pendidikan menjadi sekedar konsep yang formal. Pendidikan hanya di pandang sebagai lulusan sekolah saja. Pada akhirnya sarana pendidikan seperti sekolah hanya menjsdi sebuah pabrik yang harus memenuhi target dalam menciptakan lulusan lulusan yang sudah tercetak seperti yang di inginkan lembaga pembuat nya, dan menghilangkan kemampuan dan daya kreatifitas yang dimiliki individu, belum lagi dimana kondisi sekolah dan universitas dijadikan lahan bisnis yang handal, dan sebagai konpensasi tersedia nya sarana yang baik, maka setiap siswa dan mahasiswa harus mempunyai dana yang besar.

Lebih spesifikasi lagi, seperti hal nya UKT( uang kuliah tunggal ) yang diterapkan di perguruan tinggi di indonesia, bisa menjadi polemik dan berdampak sistemik di dalam pendidikan. Karna dengan di adakan nya UKT, ini bisa menjadi lahan korupsi bagi penyelenggara pendidikan di perguruan-perguruan tinggi.

Uang kuliah tunggal(UKT)adalha suatu sistem pemerintah yang dimana seluruh biaya dari awal hingga akhir di akumulasikan menjadi satu, sehingga tidak ada lagi biaya embel-embel yang lain yang memberatkan mahasiswa. Tapi nyata nya dengan UKT ini mahasiswa bebani dengan sistem tersebut. Dengan di akumulasikan semua biaya dari awal sampai akhir, biaya  per semester menjadi naik,yang menyebab kan UKT tidak berjalan dengan baik  adalah ketidak transparannya penghitungan akumulasi biaya tersebut, jadi ukt itu sangat rawan sekali dengan korupsi.

Pendidikan merupakan proses yang terus menerus, dan tidak akan berhenti hingga akhir hidup manusia.di dalam proses pendidikan ini keluhuran martabat manusia di pegang erat karena manusia sebagai “ subyek” dari pendidikan .Melalui pendidikan , manusia meyadari hakikat dan martabatnya di dalam relasinya yang tak terpisahkan dengan alam lingkunganya dan sesamanya. Itu berarti, pendidikan sebenarnya mengarahkan manusia sebagai insan yang sadar diri dan sadar lingkungan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar