Pelaksanaan pendidikan di indonesia selama ini malah menjadi sumber masalah
daripada potensi pemecahan masalah. Di sisi lain dari tahun ke tahun perubahan
yang di lakukan pemerintah hanyalah berupa kosmetik, atau sekedar di obok-obok.
Padahal yang di butuhkan justru perubahan mendasar, yakni pada landasan falsafa
pendidikan itu sendiriyang selama ini nyaris tak pernah di bicarakan oleh
penyelenggara pendidikan nasional.
Makna sekolah sekolah yang ada di indonesia,, yang ridak lebih baik dari
orang- orang yang memperjual belikan sarjana. Kondisi ini merupakan penyempitan
konsep pendidikan menjadi sekedar konsep yang formal. Pendidikan hanya di
pandang sebagai lulusan sekolah saja. Pada akhirnya sarana pendidikan seperti
sekolah hanya menjsdi sebuah pabrik yang harus memenuhi target dalam menciptakan
lulusan lulusan yang sudah tercetak seperti yang di inginkan lembaga pembuat
nya, dan menghilangkan kemampuan dan daya kreatifitas yang dimiliki individu,
belum lagi dimana kondisi sekolah dan universitas dijadikan lahan bisnis yang
handal, dan sebagai konpensasi tersedia nya sarana yang baik, maka setiap siswa
dan mahasiswa harus mempunyai dana yang besar.
Lebih spesifikasi lagi, seperti hal nya UKT( uang kuliah tunggal ) yang
diterapkan di perguruan tinggi di indonesia, bisa menjadi polemik dan berdampak
sistemik di dalam pendidikan. Karna dengan di adakan nya UKT, ini bisa menjadi
lahan korupsi bagi penyelenggara pendidikan di perguruan-perguruan tinggi.
Uang kuliah tunggal(UKT)adalha suatu sistem pemerintah yang dimana seluruh
biaya dari awal hingga akhir di akumulasikan menjadi satu, sehingga tidak ada
lagi biaya embel-embel yang lain yang memberatkan mahasiswa. Tapi nyata nya
dengan UKT ini mahasiswa bebani dengan sistem tersebut. Dengan di akumulasikan
semua biaya dari awal sampai akhir, biaya
per semester menjadi naik,yang menyebab kan UKT tidak berjalan dengan
baik adalah ketidak transparannya
penghitungan akumulasi biaya tersebut, jadi ukt itu sangat rawan sekali dengan
korupsi.
Pendidikan merupakan proses yang terus menerus, dan tidak akan berhenti
hingga akhir hidup manusia.di dalam proses pendidikan ini keluhuran martabat
manusia di pegang erat karena manusia sebagai “ subyek” dari pendidikan .Melalui
pendidikan , manusia meyadari hakikat dan martabatnya di dalam relasinya yang
tak terpisahkan dengan alam lingkunganya dan sesamanya. Itu berarti, pendidikan
sebenarnya mengarahkan manusia sebagai insan yang sadar diri dan sadar
lingkungan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar