Sabtu, 23 Februari 2013

Esensi Mukaddimah AD/ART HMI



Oleh  : Afandi Shomar

Manusia sebagai khalifah di muka bumi untuk mengabdikan diri atas segala anjuran, perintah serta larangan Allah SWT yang mencakup aspek duniawi, ukhrawi, individu dan sosial serta ilmu dan amal untuk suatu tujuan keselamatan manusia dan alam semesta beserta isinya. Kehadiran islam di Indonesia untuk mengadakan pembaharuan ditengah masyarakat wilayah Indonesia khususnya interaksi sosial budaya masyarakat pada saat itu bersifat feodal dengan strata sosial masyarakat yang sangat kentara pada masa wilayah negara indonesia saat ini yang terbagi dalam batas-batas kekuasaan raja-raja kecil yang nota-bene sebagaian besar dari raja-raja itu merupakan antek-antek belanda yang ditunggangi oleh kelompok zionis dengan misi-misinya anti Islam yang ditandai dengan kehadiran snouck hunggronje di Indonesia yang kita kenal salah satu prestasi yang dihasilkan dengan kehadirannya di wilayah indonesia mampu meberangus kelompok masyarakat islam di aceh dengan strategi pelesetan ajaran islam yang murni.

Kesadaran orang-orang belanda untuk membentuk suatu struktural komando di wilayah indonesia pada saat itu berbarengan dengan kesadaran masyarakat pribumi yang ditandai dengan munculnya budi utomo tahun 1908. Perseteruan kepentingan kelompok belanda dengan kelompok pribumi di Indonesia dimulai secara perlahan, dari perbedaan pendapat secara elegan yang terus berkembang sampai pada tahap bentrokan fisik antara pribumi dengan belanda. Masyarakat pribumi selanjutnya menggandeng jepang sebagai kekuatan tambahan untuk mengalahkan belanda yang dipelopori oleh Ir. Soekarno yang kemudian kehadiran jepang di wilayah indonesia, tergiur dengan kekayaan alam yang ada diwilayah negara Indonesia saat ini.

Pergeseran tujuan kehadiran para tentara jepang cepat ditangkap oleh generasi muda pribumi pada saat itu. Perseteruan antara tentara jepang dengan kelompok-kelompok pemuda pribumi tidak dapat dihindari dan berakhir pada peristiwa penjatuhan bom atom di hirosima dan nagasaki yang mana peristiwa itu memaksa jepang untuk menyerah pada sekutu maka, tentara jepang di Indonesia harus tunduk pada sekutu sehingga kondisi Indonesia pada saat itu dalam keadaan kosong kekuasaan “vacum of power”. Kondisi itu selanjutnya dibaca oleh pemuda pribumi dan dimanfaatkan untuk deklarasi negara kesatuan republik Indonesia yang kita kenal dengan proklamsi kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.

Dua tahun pasca proklamasi kemerdekaan Indonesia generasi muda indonesia ditingkat mahasiswa menyadari akan pentingnya pembinaan kelompok muda muslim yang mempunyai kadar intelektualitas untuk mengorganisir diri yang kemudian bentuk tersebut menamakan dirinya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang dipelopori oleh Lapran Pane. Organisasi tersebut secara sah berdiri pada tanggal 14 Rabiul Awal 1366 H. Bertepatan dengan 5 Februari 1947 M. Setelah negara Indonesia berumur dua tahun dalam rangka mempertegas diri untuk membabat sisa-sisa budaya belanda di Idonesia yang banyak dipengaruhi oleh pemikiran Snouck Hunggronje sang Zionis sejati yang merupakan organisasi kelompok Yahudi dengan tujuan untuk menguasai dunia terutama Islam yang menjadi musuh utama bagi Yahudi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar